Berlanjut dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Jilid Kedua”, sehingga melahirkan beragam tanggapan baik dari masyarakat maupun dari Bupati Sumbawa – Latif Majid. Sebetulnya tulisan tersebut sudah harus muncul pada hari Jum’at namun karena ada ketakutan dari media lokal akan pengaruh tulisan tersebut, maka dengan segala pertimbangan harian Sumbawa Expreslah yang berani menampilkannya. Kejadian mengejutkan terjadi, tatkala sejam pasca tulisan tersebut dikirim kemedia lokal dan dionlinekan di millis Sumbawa, tiba-tiba disehabis ba’da isya ( kamis, 290404 pukul 19.02 - 20.11 WIB ) disaat saya berolah raga, bunyi SMS menganggu, ternyata setelah dibuka pengirimnya adalah Bupati Sumbawa – Latif Majid, yang bernomor 08123……942. kutipan SMS tersebut sebagai berikut:
Arief : “Memang kebenaran datang dari Allah, kenyataan di Sumbawa tidak bisa dipungkiri ada, saya hanya menyampaikan fakta yang digugat oleh masyarakat, jika anda merasa kebakaran jenggot atas tulisan saya berarti fakta tersebut adalah benar.
LM :”.dan katakanlah kebenaran itu datang dari tuhanmu, maka siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin kafir biaralah ia kafir, sungguh telah ada contoh pada diri rasulullah contoh teladan yang baik untuk kamu.
.
Arief : “Jangan bawa nama-nama agama jika tidak bisa mengamalkannya ! anda harus koreksi ipar anda, baru rakyat sumbawa mendukung anda, tapi bila tidak maka rakyat akan marah dan tinggal tunggu waktunya, dan tanda -tanda itu sudah ada."
LM: “Sungguh rahmat tidak akan turun terhadap suatu kaum yang disana ada yang memutuskan tali silaturrahmi, apabila engkau ikuti petunjuk Allah dan rasul maka engkau akan selamat.”
Arief : “Saya tdk akan memutuskan silaturrahmi dengan siapapun kecuali orang tersebut tidak menjalankan amanat rakyat karena itu juga amanat Tuhan”
.
LM : "tadi anda membawa kebenaran Allah, dalam hidup ini agama tidak lepas dari agama...barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiiamat hendaklah berkata baik dan diam."
Arief: “Kalau anda sudah merasa tahu banyak tentang ISLAM, jangan jadikan ipar anda ketua Bapeda Sumbawa, jangan rakus dengan proyek itu jawabannya, jangan hanya berphilosofi!"
LM: “Manusia hanya bisa berusaha dan ihktiar...Allah juga yang menentukan, sungguh nabi Musa as. berkata: wahai Tuhan, lantaran apa engkau menjadikan aku sebagai pilihan!
Arief : “Sadarlah!”
Membaca dialogi diatas sebenarnya pada diri Bupati Sumbawa tersimpan rasa Humor yang sangat tinggi dan bisa jadi akan menjadi pengibur / pelawak jika tidak terpilih menjadi Bupati Sumbawa atau nanti jika berada dalam jeruji besi. Selain tersimpan potensi Humor juga terlintas keinginan untuk menjadi seorang ustad maupun Kyai. Setidaknya keinginan terakhir dibenarkan oleh salah seorang rekan wartawan yang ada di Sumbawa, yang menurutnya Bupati Sumbawa berkeinginan menjadi Da’i. Sebuah kemajuan yang sangat luar biasa guna menebus dosa-dosa terdahulu dan sedang dilakukannya, IsyaAllah Maha Pencipta mengabulkannya, Amien……….
Beragam respon muncul disaat tulisan tersebut muncul di Harian Sumbawa Express, diantaranya,” Ada satu lagi yang kurang dalam artikel pagi ini, masyarakat sumbawa bersyukur atas kebakaran kantor bupati SBW dan lebih bersyukur andai dalam kebakaran tersebut. Bupati SBW juga ikut terbakar”, “trims bung arif atas artikel anda di SE, anda berjuang lewat pena dan saya lewat do’a demi kebaikan sumbawa dan latif harus dituntut ke pengadilan”.
“Saya bukan orang pers, hanya orang kecil yang jenuh dengan KKN sarat adegan vulgar kroni Latif yang busuk dan najis”, “saya bukan orang punya kuasa tapi orang diinjak penguasa dan tidak punya apa-apa tapi berharap suatu saat sumbawa punya pemimpin yang bermartabat”, “sumbawa express sepi deh tampa artikelmu, maju terus kami dukung”. “tulisan anda bagian dari perjuangan melawan kebatilan dan kezoliman dimuka bumi”.
Beragam SMS ternyata menggambarkan bara tersebut sudah ada dan suatu saat bisa jadi letupan tersebut akan lebih dahsyat dari kebakaran kantor Bupati Sumbawa beberapa minggu yang lalu.
Rencana untuk memperkuat proses suksesi 2005 dan kembali bertahtanya kekuasaan sekarang dirancang sedemikian rupa, rencana menempatkan Samsun Nasir sebagai ketua Bappeda Sumbawa hanyalah segelintir scenario untuk memuluskan perjalanannya. Selain Samsun Nasir yang akan diplotkan dalam suksesi kabinet kali ini, giliran nama-nama lain muncul kepermukaan diantaranya untuk Kepala PERUSDA diplotkan Drs. Muhammad Alatas (Sepupu isterinya Ratu La), dan Lahmudji ( keluarga dekat Ratu La), serta banyak lingkaran dalam yang akan diplotkan demi memperlancar suksesi 2005 nanti.
Kembali pada pertumbuhan dan keberhasilan yang dicapai selama kepemimpinan Latief Majid Kalau dikaji secara factual bahwa memang pertumbuhan daerah selama kepemimpinan latif nol besar , bahkan minus. Mengapa demikian ? Bupati tidak punya komitmen apa-apa kearah pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi terjadi hanya secara alamiah, tidak disebabkan oleh kebijakan formal dalam bentuk legislasi tapi disebabkan oleh perjuangan hidup rakyat sumbawa sampai rela meninggalkan daerahnya untuk menjadi TKI/TKW demi meningkatkan pendapatanya. Seharusnya LM malu dan tidak perlu berkeinginan untuk jadi Bupati lagi karena tidak memiliki komitmen yang jelas. Apalagi mutasi tidak disertai dengan sedikitpun pengetahuan tentang reeingginering dan empowerment.
Lebih parahnya saat ini ternyata Sumbawa menempati posisi daerah termiskin di NTB, meskipun banyak orang yang bangga karena keberadaan pertambangannya. Dalam harian Kompas beberapa hari yang lalu disebutkan bahwa 95% lebih PAD Sumbawa berasal dari pertambangan dan salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar bagi pemasukkan negara. Kini pertambangan tersebut tidak akan menjadi impian lagi bagi Kab. Sumbawa, karena dalam waktu dekat KSB akan menikmati hasil dari pertambangan Batu Hijau.
Mengurut pada kekayaan yang ada, ternyata perilaku pemimpinnya tidak bisa mengangkat Sumbawa menjadi daerah yang maju dan berhasil. Apa yang ada dalam benak pemimpinnya tak lain adalah bagaimana mendapatkan dana sebanyak mungkin tanpa memikirkan menghasilkan nilai produktivitas yang akan berguna bagi masyarakat.
Seperti halnya ungkapan religius yang diutarakan oleh Latief Majid dalam dialog imajiner visa SMS diatas, saya pun menguntip ajaran islam yang mengatakan “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Jika Sumbawa tidak ingin dilaknat karena tingkah laku pemimpinnya, maka jalan terbaik adalah turunkan pemimpin tersebut atau segera gantikan DIA dengan pemimpin yang lebih bermartabat dan Amanah.
Jakarta, 2 Mei 2004
Arif Hidayat
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Tas Komentar Anda