Teknologi memang membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, bagamana tidak kejadian yang baru terjadi beberapa menit bahkan detik berlalu sudah dapat disampaikan pada tempat berlainan dengan jarak ribuan kilo meter bahkan lebih drai itu. Yang tak asing dalam telinga kita sudah tentu nama HP atau mobile phone adalah sarana umum yang acapkali dipakai sebagai alat komunikasi cepat.
Tiba-tiba beberapa hari yang lalu saya mendapat SMS dari Sumbawa isinya “ Latief Majid masih didambakan menjadi Bupati Sumbawa oleh rakyat Sumbawa asalkan dia menceraikan Ka’ La ( Istrinya ) karena istrinyalah sumber KKN di Sumbawa”. Sepintas SMS tersebut adalah guyonan, setidaknya untuk mengobati kepeningan harian sumpeknya ibu kota metropolitan. Sayapun mengacuhkan SMS tersebut, namun tiba-tiba pagi tadi saya mendapat SMS berlainan, isi “Viva dinda Arief, kok ngak muncul lagi artikelnya, jangan mundur, maju terus demi reformasi tana Samawa tercinta. Banyak sekali n masyarakat Sumbawa yang merindukan artikel anda sebagai bagian mencerdaskan kehidupan berdemokrasi dan penegakan kebenaran. Untuk dinda ketahui bahwa saat ini Latief Majid akan melakukan mutasi besar-besaran untuk menggolkan team suksesi tahun 2005 nanti dengan memposisikan koleganya dibawah kendali iparnya ; Samsun Nasir ( Yang bersangkutan dipromosikan sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, nauzubillahhiminzaliq) benar-benar gila, otoriter. Baperjakat tidak bergigi dan semuanya ditentukan oleh iparnya. Kebakaran kantor Bupati tidak menutup kemungkinan sebagai scenario belaka untuk mendapatkan dana segar bagi penyelenggaraan suskesi dengan menunjuk iparnya selaku kontraktor pembangunan baru kantor tersebut. Selamat berjuang.”
Saya tersentak ternyata guyonan via SMS dengan beberapa tokoh Sumbawa yang masih kritis beberapa jam pasca kebakaran kantor Bupati Sumbawa, mengarah ke SMS yang baru saya terima tersebut. Beragam SMS yang mengalir pasca kebakaran kantor Bupati Sumbawa diantaranya berbunyi “Kebakaran kantor Bupati Sumbawa disebakan oleh makin panasnya hawa KKN diruangan Bupati Sumbawa sehingga ruangan tersebut tidak sanggup lagi menanggung beban kepanasan, akibatnya ruangan itu terbakar, dan itu adalah azab dari Allah”, SMS lain berbunyi “ kebakaran tersebut adalah scenario belaka, karena saat ini proyek sudah sepi, dan itulah proyek besar yang akan di ambil oleh iparnya Bupati Sumbawa”.
Terlepas dari sumir dan benarnya isi dari beragam SMS tersebut, ternyata kondisi di Sumbawa tidak bisa dibilang lebih baik dari sebelumnya. Saya dibisikin oleh seseorang seminggu lalu disaat pertemuan informal warga sumbawa di Jakarta, katanya “Saya saja yang pulang ke Sumbawa dalam beberapa hari mendapatkan segudang informasi tentang pemerintahan yang sangat korup saat ini di Sumbawa, pelakunya tak lain adalah koleganya Bupati Sumbawa”, dia membisikkan hal tersebut, karena kebetulan dalam pertemuan tersebut saya diberi kesempatan untuk menjelaskan kondisi di Sumbawa saat ini terutama dalam hal politik dan pemerintahannya.
Kembali pada suksesi pada tahun 2005 nanti, apa yang diperkirakan oleh banyak orang tentang upaya Latief Majid untuk ingin berkuasa kembali adalah kenyatan yang bisa dibenarkan 100%. Wacana ini bukan di rancang saat ini, namun dalam tiga tahun kebelakang mereka telah merencanakan semuanya. Salah satu perencanaan strategis untuk meraih kembali kekuasaan tersebut adalah menguasai beberapan pos terpenting dalam pemerintahan daerah Sumbawa. Dengan menguasai pos-pos penting ini maka pundi-pundi keuangan dapat terjamin bila tiba saat suksesi tiba. Bukan rahasia lagi proyek-proyek besar yang konon menurut banyak orang adalah berbau KKN sudah menjadi hak mutlak kolega Bupati Sumbawa. Menurut saya bukan lagi berbau KKN tapi sudah kecebur KKN, atau sudah berlumut KKN proyek tersebut. Yang bikin tak habis pikir lagi, kini think thank masa depan Sumbawa – Bapeda akan dikuasai oleh iparnya Bupati Sumbawa. Dari segi criteria kepangkatan, sebenarnya masih banyak kader Sumbawa yang berhak menduduki posisi Ketua Bapeda Sumbawa. Sebuah pertanyaan sederhana mengapa Samsun Nasir yang akan dipromosikan untuk posisi tersebut ? jawaban sudah tentu karena hubungan kekerabatan dengan Bupati Sumbawa.
Melihat dari Visi dan misi yang dikembangkan oleh pemerintahan saat ini, sebenarnya tak lain adalah membawa sumbawa pada konsep kemunafikan. Bupati Sumbawa sengaja mengajarkan konsep tersebut untuk bisa membentengi dirinya dari gangguan luar yang tak lain akan menjatuhkan dirinya. Konsep kemunafikan tersebut dirancang dalam skala yang lebih luas, dalam arti elemen dan komponen yang terlibat bukan hanya pada struktur inti dari pembuat scenario, tapi juga diperluas pada tataran dan jaringan yang lebih luas. Akibatnya banyak pihak yang merasa berhutang budi karena mereka di buai dengan iming – iming materi dan jabatan. Secara aplikatif konsep ini berhasil di doktrin yang mengakibatkan kemandulan secara internal dan eksternal. Kemandulan internal terlihat dari tidak berfungsinya beberapa Departeman dan instansi atas wewenang yang dimilikinya. Kepada Dinas, selalu terbayang oleh oleh dua sebab, yang pertama, rasa hutang budi dan kedua rasa takut akan posisinya digusur / diganti. Sikap ambivalensi dari beberapa kepala dinas sangat terasa ketika koleganya Bupati memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan beberapa proyek dan kebijakan yang menguntungkan Bupati Sumbawa, sudah tidak aneh lagi di Sumbawa, hampir semua lini departemen dan dinas dibawah bayang-bayangan kolega Bupati Sumbawa.
Lebih tragedis lagi Baperjakat serta DPRD Sumbawa tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kenyataan yang ada saat ini.
Doktrin kemunafikan juga berhasil membungkam kalangan LSM yang awalnya mengakampanyekan reformasi dan menentang habis-habisan kebijakan Bupati Sumbawa, ternyata waktu membuat mereka bungkam dengan seribu bahasa.
Empat tahun sudah berlalu, kebanggaan yang bisa diangkat selama masa itu tak lain adalah lahirnya KKN berjamaah atau KKN kolektif yang berhasil dbumisumbawakan. Masa empat tahun ternyata cukup singkat untuk dirasakan pengaruhnya, satu tahun kedepan adalah masa penting untuk mengukuhkan kembali keinginan Latief Majid bertahta kembali. Rezim kemunafikan jilid kedua akan muncul kembali, rakyat sudah tentu yang bisa menentukan pilihannya, apakah mereka ingin tetap seperti keadaan saat ini, atau mereka menginginkan keadaan lebih baik. Sumbawa masih banyak mempunyai stok pemimpin yang jauh lebih baik dari pemimpin yang ada saat ini. Jika rakyat menginginkan perubahan lebih baik, kesempatan untuk memilih pemimpim Sumbawa terbuka lebar, 2005 merupakan moment tepat untuk membuat sejarah baru.
Apapun yang ada dibenak kita akan scenario 2005 nanti, sudah tentu yang ada dibenak penguasa Sumbawa saat ini akan berlainan. Jika mereka kalah dalam pemilihan Bupati nanti, maka mereka sudah mengantongi materi / kekayaan yang lebih dari cukup, dan jika mereka menang lagi sudah tentu kekayaan tersebut akan terus di tambah, dan kalau bisa hanya merekalah satu-satunya pemilik yang sah atas tanah Sumbawa. Seserakah itukah mereka ? YA!……itu adalah kenyataan!.
Jakarta, 29 Apr. 04
Arif Hidayat
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Tas Komentar Anda