Minggu, 14 Desember 2008

Kenali Dirimu Maka Kamu Akan Mengenali Tuhanmu

. Minggu, 14 Desember 2008

Kebaikan hanya membuat kebahagiaan kita kurang berarti dibandingkan dengan-Nya; dan seluruh pengetahuan kita adalah untuk mengenali diri kita sendiri. Kenali dirimu maka kamu akan mengenali Tuhanmu.

Instrospeksi, kata mujarab tatkala seseorang memberikan wejangan kepada kita untuk mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama ini. Secara teori seharusnya kita lebih mengenal diri kita dibandingkan dengan orang lain, namun dalam kenyataan sifat yang diturunkan sebagai kodrat manusia justru kita melupakan siapa diri kita dalam artian kita tidak mengenal diri sendiri.



Tuhan, kata abstrak yang diyakini sebagai unsur penciptaan, namun karena keabstrakannya kita justru meragukan keberadaannya dalam tingkah laku kita. Sebagai manusia yang dilahirkan di Indonesia, mengakui keberadaan Tuhan adalah hal yang wajib dan itu tertulis dalam setiap identitas warganya dalam secarik KTP.

Kita belum mengenali diri kita, pada akhirnya kita belum juga mengenali siapa Tuhan kita. Ilmu mengetahuan modern ternyata banyak memecahkan mesteri kekuasaan Tuhan. Ilmu pengetahuan modern belum bisa menandingi kuasa Tuhan yang menggerakkan tubuh manusia secara otomotis, robot modern yang merupakan replika dari model manusia ternyata masih jauh dari bentuk sederhana akan profile manusia.

Coba lihat aktivitas sederhana pada tubuh kita, mengerakkan ujung jari adalah serangkaian aktivitas yang sangat mudah bagi manusia normal. dan akan sangat luar biasa jika aktivitas ini coba dilakukan oleh orang yang kebetulan terkena stroke.

Dalam keadaan sehat dan berkuasa dengan sesumbar kita melangkah justru ingin melebihi kekuasaan Tuhan, namun takkala Tuhan memberikan peringatan berupa sakit gigi dengan serta merta tubuh kita merasakan betapa lemahnya apa yang kita miliki selama ini.

Kekuasaan dan harta adalah peringatan yang seharusnya dipahami untuk memahami diri sendiri, acapkali kita tersadar tatkala peringatan itu diwujudkan dalam bentuk kesengsaraan. Barulah kita berujar "saya menyesal" tidak menjalankan perintah-Nya. Kesengsaraan masih merupakan peringatan pada fase awal, bagaimana jika peringatan itu berupa datangnya malaikat sikratul maut, sudah tentu tidak ada waktu lagi untuk menjalankan pertaubatan.

Dalam diri manusia terkandung ego, kebaikan acapkali justru melahirkan kesombongan, padahal kebaikan itu belum akan melahirkan kebahagiaan karena ego kita bertujuan untuk dihargai. Itulah manusia, apa yang diberikannya berharap akan suatu dampak baik berupa pujian dan sanjungan. Harapan tersebut justru akan mengurangi bahkan meniadakan kebahagiaan kodrati yang seharusnya didapatkannya.

Manusia terlahir dengan akal dan pikiran, terakumulasi dalam bentuk pengetahuan yang luas. Pengetahuan itu seharusnya dipakai untuk memikirkan asal pencipta-Nya sehingga dengan mengenal diri sendiri maka kedekatan kepada Tuhan semakin mengental.

Pertanyaannya sudahkah kita mengenal diri kita sendiri ?


Arh.
11.10.06

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Terima Kasih Tas Komentar Anda

 

Artikel Terkait


© Copyright 2008. www.arifhidayat.com. All rightsreserved | www.arifhidayat.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com