Berselang 1,5 tahun, cobaan kembali mendera bangsa ini. Diujung tahun 2004 lalu, ratusan ribu rakyat Aceh menjadi korban keganasan tsunami, kini pertengahan tahun 2006 ribuan orang menjadi korban hentakan gempa yang hanya bergetar 57 detik, Yokjakarta kota yang sudah dimahfumkan keistimewaannya dalam berbagai hal, luluh lantah dan manusianya begitu tak berdaya.
Gempa yang sama sekali tidak diperkirakan, padahal dalam waktu yang bersamaan semua orang siaga untuk menghadapi ancaman merapi yang sewaktu-waktu bisa meletus. Pengungsi yang berjumlah ribuan akibat letupan merapi masih hiruk pikuk dilokasi pengungsian. Tiba-tiba disabtu pagi, Yokjakarta dibangunkan oleh getaran gempa dengan kekuatan 5,9 Skala Righter. Gunung yang tadinya daerah berbahaya, kini malah menjadi tempat favorit untuk menghindari datangnya tsunami. Isu adanya tsunami menggerakkan ratusan ribu orang untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Detik demi detik korban terakumulasi, kini angka itu sudah menembus 4000an orang yang meninggal dan ribuan orang lain yang masih membutuhkan perawatan serius.
2 kota istimewa yang letaknya juga istimewa, dihadiahi sebuah cobaan oleh maha Pencipta. Setidaknya kejadian maha dahsyat didua kota yang berbeda yaitu Aceh dan Yokjakarta menandakan Indonesia merupakan wilayah khusus yang diperingatkan. Peringatan ini sangat wajar mengingat manusia yang hidup dinegeri Indonesia ini sudah mulai meninggalkan hakekat penciptaan NYA. Bencana ini adalah cobaan dan sekaligus peringatan penghudni di bentang Zamrut Khatulistiwa ini.
Kiamat Sudah Dekat, gambaran nyata dari lintasan peristiwa di negeri kita. Manusia yang hidup dinegeri ini mulai menunjukkan keserakahan dan ketamakannnya. Ulama berubah menjadi Ummarah dan umatnya semakin kehilang arah untuk mencari panutan. Korupsi seakan manjadi barang biasa dan hukum tidak bisa menyentuh mereka. Semua berteriak hancurkan korupsi dan banyak pula yang membiarkan korupsi tetap langgeng. Amanah merupakan barang mewah yang sulit ditemukan, dan kini kita menjadi manusia yang hipokrit dengan bisikan nurani.
Lembaran sejarah di negara kita tercatat dua daerah Istimewa yaitu Aceh dan Yokjakarta, dan satu daerah Khusus yaitu Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Dua daerah istimewa sudah dihancurkan dan reengkarnasi ini sudah mulai terlihat di Aceh. Tinggal satu lagi daerah yang belum mendapat ujian tersebut Yaitu Jakarta. Semua sudah mahfum Jakarta merupakan pusat dari segalanya dinegara ini, termasuk pusatnya manusia yang suka mengingkari pencipta NYA. 1,5 Tahun waktu sela yang dibutuhkan gempa itu menjalari pantai pesisir Sumatera menuju pesisir pantai selatan Yokjakarta, dan poros diantaranya adalah Jakarta. Keseimbangan alam akan menemukan titik jawabnya, bahwa teka-teki Jakarta akan menghadapi bencana yang lebih dahsyat belum terjawabkan. Setidaknya ujian itu bisa jadi akan datang lebih cepat dari 1,5 Tahun.
Pertanyaannya Apakah kita sudah siap dikuburkan secara massal ?
Jakarta, 29 Mei 2006
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Tas Komentar Anda