Selasa, 29 Juli 2008

Siapa! Poltisi Sumbawa

. Selasa, 29 Juli 2008

Kekuasaan Politik acapkali tidak memihak kepada kelompok marginal.
Hanya sebuah kampanye disaat kekuasaan itu belum terpegang, kobaran idealisme memperjuangkan kelompok marjinal merupakan agenda utama. Aturan politik yang ada membuka peluang bagi para politisi untuk memperjuangkan kelompoknya dalam skala yang lebih mikro. Jauh dari harapan akan idealis untuk melihat masyarakat yang makro secara global.




“Elite” politik dalam istilah Pareto, merupakan komunitas tersendiri dalam dunia politik kita yang senantiasa membawa angin perubahan baik kearah konstruktif maupun dekstruktif. Namun pada dasarnya dalam teori elite politik asumsi yang lahir bahwa elite tsb sebetulnya tidak punya komitmen terhadap dokrin-dokrin demokrasi. Apa yang mereka komunikasikan untuk menarik simpati massa tak lebih dari kemunafikan (effendi G, selebritis politik, kompas 120700).

Sumbawa dalam aturan permainan politik yang ada di era reformasi melahirkan politisi karbitan, tanpa konsep, visi dan misi idealisme yang jelas. Tata urut politisi dari tingkat lokal sampai nasional belum menunjukkan perubahan positif akan kelangsungan hidup masyarakat Sumbawa. Hal yang menarik untuk dikaji, lemahnya bargaining politisi Sumbawa terlihat dengan tidak adanya utusan daerah yang sudah tentu menjadi hak Sumbawa akan wakilnya di MPR RI. Suatu perjuangan mandul dari kebersamaan politisi Sumbawa dalam melihat peluang berarti akan kesempatan. Saya menunjukkan simpati yang serius akan perjuangan rekan-rekan Forum Sumbawa di Mataram dalam mendesak Decision Maker ditingkat propinsi untuk segera merealisasikan wakil Sumbawa di MPR RI. Kenyataan menunjukkan perbedaan dari harapan, sampai saat ini perjuangan ini belum memperlihatkan hasil berarti. Tanggung jawab moral partai Golkar Sumbawa sebagai mayority parlement di Sumbawa kurang menunjukkan gregat untuk memperjuangkan hak rakyat sumbawa tersebut.

Kenyataan itu setidaknya terobati dengan adanya satu wakil Sumbawa di DPR / MPR RI yaitu Drs.H.M. Hatta Taliwang, BSW. Penulis cukup berbangga ketika mencoba mengklik dunia maya yang tak lain internet nama beliau merupakan satu-satunya wakil Sumbawa dari PAN yang terlihat. Suatu pertanyaan penting, apa yang diharapkan dari wakil Sumbawa di DPR / MPR RI. Koridor berpikir setidaknya mengalami perubahan, keberadaan beliau di DPR / MPR RI bukan lagi mengatasnamakan partai, namun secara makro harus mewakili etnis Sumbawa. Waktu menyadarkan kita akan objektifitas penilaian terhadap figur yang menjadi harapan Sumbawa di tingkat nasional ini. Kenyataannya Drs. H.M. Hatta Taliwang masih berpikir dalam konsep pragmatis. Tanpa perubahan berarti untuk membawa Sumbawa dalam Colling Down conflik. Ini bisa dimaklumi naiknya beliau ke DPR RI bukan atas dasar akar influence mass. Hanya sebuah kebetulan akan bergaining beliau dalam PAN pusat. Akar pengaruh dan konstribusi rill terhadap Sumbawa sebelum menjadi anggota DPR / MPR RI setidaknya juga tidak ada kebanggaan berarti. Harapan pasti sudah tentu setelah beliau menjadi wakil Sumbawa di DPR / MPR RI. Namun harapan ini masih tinggal harapan. Pola pikir dengan latar seorang Businessman jauh lebih dominan dibandingkan membangkitkan simbol-simbol idealisme. Saat ini Sumbawa membutuhkan figur yang bisa dijadikan tempat mengadu, konsultasi dan memecahkan persoalan yang ada. Setidaknya peluang yang ada bisa dimanfaatkan oleh beliau, namun kenyataan berbalik. Sumbawa masih terus bergejolak tanpa adanya jurus Jitu dari Politisi Sumbawa yang sudah kita nobatkan sebagai politisi Nasional. Apa yang diungkapkan oleh rekan penulis di Sumbawa, yang juga kebetulan sebagai pengurus harian PAN Sumbawa. Drs. H.M. Hatta Taliwang, masih berpikir dalam kerangka seorang Businessman, dia belum saatnya menjadi politisi yang mengatasnamakan Sumbawa. Benar tidaknya tesis tersebut, masyarakat Sumbawalah yang merasakan secara langsung ada tidaknya perubahan tersebut.

Setidaknya dalam tulisan ini bahasan tentang sepak terjang Drs.H.M. Hatta Taliwang, akan lebih dominan. Mengingat bukannya era lagi kita mengatasnamakan wakil suatu partai dan daerah tanpa menunjukkan konstribusi rill terhadap apa yang diwakilinya. Evaluasi dan kritik kearah itu setidaknya membawa harapan akan koreksi terhadap langkah yang belum diwujudkan masih ada untuk mengatasi persoalan di Sumbawa. Tak bisa dipungkiri resiko untuk menjadi politisi setidaknya ada, idealisme setidaknya merupakan langkah awal untuk menunjukkan betapa besarnya resiko tsb. Kalau idealisme kita tukarkan dengan sikap Opportunis niscaya output yang dihasilkan juga tak jauh dari upaya untuk memperkuat posisi pribadi dan kroninya. Apa yang dihasilkan untuk rakyat banyak hanya sumpah serapah yang berbalik dari harapan.

Miskinnya kharisma pigur setidaknya membawa konsekwensi kepada kita betapa lemahnya Bargaining Sumbawa di tingkat regional dan nasional. Kesadaran kearah itu setidaknya kita pupuk kearah perbaikan dengan belajar mendengar aspirasi masyarakat marginal, bukan hanya menampilkan kepintaran kita sebagai “pakar karbitan” dengan tujuan mempopulerkan diri dan target tertentu akan sebuah posisi.

Sementara politis lokal hanya berkutat dalam masalah intern yang tak kunjung terselesaikan. Cap sebagai “calo politik” setidaknya mewarnai politisi lokal Sumbawa. Janganlah sikap politisi Sumbawa saat ini akan menjadi trauma sinis dari masyarakat Sumbawa. Kita tak ingin lunturnya kepercayaan masyarakat diakibatkan oleh ulah politisi kita. Tantangan kedepan masih banyak, setidaknya kita masih beruntung dengan masih adanya waktu untuk memperbaiki kekurangan kita selama ini. Kita tak ingin keterpurukan di Sumbawa akan menjadi dosa kolektif rakyat Sumbawa, padahal ulah tersebut diakibatkan oleh para politisi.

Mari berlomba menunjukkan idealime konstruktif bagi masa depan Sumbawa.



Bandung, 25 July 2000

Arif Hidayat

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Terima Kasih Tas Komentar Anda

 

Artikel Terkait


© Copyright 2008. www.arifhidayat.com. All rightsreserved | www.arifhidayat.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com