Kamis, 31 Juli 2008

PUZZLE KKN

. Kamis, 31 Juli 2008

Bribery is a sin
Bribery is a crime
Do not give
Do not take


Suap itu dosa, suap itu kriminal. Jangan memberi, jangan menerima.” Begitu bunyi sebuah kampanye anti korupsi yang diwujudkan salam bentuk poster di sebuah negeri Afrika.
 Yang oleh Newsweek dijuluki pusat kleptokrasi dunia ketiga. Maksudnya mungkin adalah pusat pemerintahan yang didasarkan system curi – mencuri gara-gara tingkat korupsi dinegara tersebut dinilai memegang rekor tertinggi diantara negara – negara berkembang. Semua urusan kecil memakai uang. Tak lain saingan terberat negara di Afrika tersebut adalah Indonesia.

Korupsi merupakan budaya perbakala yang telah lama mengakar seperti layaknya bisnis pelacuran atau prostitusi. Sifat yang universal inilah membuat KKN begitu mudah diterapkan tanpa harus mempelajarinya dengan seksama. Tak perlu pengalaman khusus untuk mencobanya, hanya saja Moralitas sebagai manusia hilang terbuang begitu saja. Modalnya sangat sederhana campakkan “Moralmu”.
Reformasi adalah kehendak sejarah yang telah dilalui oleh bangsa Indonesia, dan sampai saat ini jargon Reformasi masih dalam upaya ditegakkan, meskipun hasilnya masih jauh dari harapan semula. KKN tetap menjadi biang yang makin subur diamalkan dan malah mengakar pada komponen terkecil didaerah. Dimana –mana terjadi Korupsi hanya namanya yang berbeda. Di Mesir namanya bakshsys, di Kenya dash, di Meksiko mordida, di Malaysia rasnah. Dalam bahasa inggrisnya, disamping Corruption dan bribery, juga dikenal graft dan payoffs.
Di Indonesia sendiri korupsi mengadung sinonim yang cukup banyak, seperti uang pelicin, sogok, suap, uang lelah, uang rokok, uang kopi, sampai susu tante ( sumbangan sukarela tanpa tekanan ). Semua istilah tersebut lebih popular dikalangan masyarakat bawah dan tradisional. Di tingkat atas dikenal namanya komisi, fee, biaya konsultasi, dan kolusi. Bentuknya tidak lagi uang, bisa cheque, saham, tanah, rumah. Dan atau perempuan. Dan untuk Indonesia saat ini lebih ngetren dengan dana hibah.
Sedangkan kolusi dan bahasa inggrisnya collusion artinya, menurut The American Heritage Dictionary, perjanjian rahasia untuk tujuan penipuan atau melanggar hukum. Kolusi yang terkenal adalah antara penguasa dan pengusaha. Kalau dalam istilah rakyatnya disebut kong kali kong, persekongkolan, dan TST ( tahu sama tahu ).
Nepotisme sendiri merupakan hubungan kekerabatan yang erat sekali kaitannya dengan terjadinya Kolusi dan Korupsi. Ketiga rangkain kata Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme ibarat sebuah saudara kandung yang tak bisa dipisahkan satu sama lainnya.
Presiden Megawati dalam pidatonya beberapa bulan yang lalu mengungkapkan bahwa pelaku Korupsi sama dengan Pencuri. Betapa banyak pencuri yang saat ini berkeliaran yang masih bangga dengan statusnya sebagai pejabat dan pengusaha saat ini.
Sebagai Miniatur hyper KKN, Sumbawa merupakan contoh terbaik untuk melakukan studi perbandingan. Ukuran 2 tahun masa pemerintahan Latief Majid dengan masa effectif berkuasanya baru satu tahun rekor KKN didaerah ini sungguh membuat setiap orang berdecak kagum. Pelaku KKN seolah-olah berlomba dengan waktu, seiring dengan kesadaran mereka akan terbatasnya masa jabatan dalam pemerintahan. Waktu singkat inilah dioptimalkan untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya. Bagi masyarakat yang memuja KKN sebagai bagian hidupnya ada baiknya melakukan studi orientasi ke Sumbawa untuk belajar banyak tentang metode hyper KKN. Bukan lagi kita berbicara KKN biasa tapi sudah menjadi luar biasa.
Pelaku KKN di Sumbawa tak lain adalah kerabat dekat Bupati Sumbawa. Bupati sendiri hanya sebuah boneka elekrik yang bisa diremote dari mana saja. Sudah tentu pengendali remote tersebut adalah kerabat Bupati.
Contoh Riel yang tak bisa ditutup begitu saja adalah Proyek Bronjongnisasi di Brangbara. Proyek yang bernilai 1.1 ( satu koma satu ) Milliard tersebut nilai tekhnisnya tak lebih dari 300 ( Tiga ratus ) juta rupiah. Kalkulasi metematis memberikan jawaban sekitar 350 % ( tiga ratus lima puluh persen ) menjadi isi kantong pengusaha yang tak lain kerabat Bupati itu sendiri. Begitu juga dengan proyek lainnya baik yang berada di daerah Brang Rea Taliwang, maupun yang menyebar didaerah Sumbawa lainnya. Begitu kuatnya pengaruh Bupati – Bupati kecil ini seolah – olah fungsi ketua Bapeda, PU maupun instansi terkait lainnya hanya sebagai Simbol formalitas belaka. Tidak mempunyai wewenang untuk merencanakan pembangunan di Sumbawa. Bupati – Bupati pertikelir ini juga menggunakan cara purba untuk menghabisi lawan politiknya, ancaman adalah kunci dominan yang selalu dijalankan oleh mereka. Seolah – oleh hukum diciptakan oleh mereka. Sungguh dahsyat lingkungan Sumbawa saat ini. Hal ini wajar Sumbawa bisa dijadikan contoh terbaik bagi pemuja KKN. Korupsi didaerah lainnya mendekati angka 100% ( seratus persen ) dari nilai teknis, ini sudah menjadi luar biasa, ternyata Sumbawa malah membuktikan bahwa tesis tersebut adalah salah besar. Pelaku KKN di Sumbawa bisa memark up proyek menjadi beratus – ratus persen.
KKN yang ada bukan hanya sebagai tradisi, namun sudah menjadi Simbol bagi keluarga Bupati saat ini. Mungkin mereka akan menjadi tidak waras jika tidak melakukan KKN. Sudah tentu obat mujarap untuk menjadikan mereka waras dalam pandangan keluarga Bupati adalah harus berbuat KKN sebanyak-banyaknya.
Apa yang diprediksi oleh sebagian orang sebelum Letief Menjadi Bupati sudah menjadi kenyataan, namun prediksi tersebut masih meleset. Banyak orang memprediksikan bahwa kerabat Latief Majid akan melakukan KKN dengan batasan masih dapat dikendalikan, namun sampai saat ini ternyata tidak bisa dikendalikan. Harapan tersebut ternyata salah besar. Semua orang berasumsi, dengan banyaknya sorotan, kritik dan upaya hukum kerabat Latief Majid akan menahan diri untuk tidak berbuat seperti sebelum – sebelumnya.
Mungkin Iblis akan berkumandang kepada penyembah KKN “ Wahai pengikutku : di nan jauh sana tepatnya sebuah tanah bertuah, yang dinamakan Sumbawa, terdapat candradimuka yang sangat bagus sebagai ladang orientasimu. KKN adalah status terhormat dikalangan penguasa tertinggi, tidak ada lagi batasan Moral sebagai manusia yang perlu di banggakan. Semuanya adalah pengikutku yang terbaik. Kamu- kamu semua wajib belajar kepada mereka untuk mendalami apa sebenarnya itu K-K-N.”.
Muhammad Rasulullah mengingatkan : “Allah melangknat orang yang menyuap dan disuap”. Sahabatku mengatakan “semoga hasil Korupsi mereka ( Kerabat Bupati ) dapat berguna”….. Amien……
Sudah banyak bukti hasil KKN akan menjadi momok yang menyedihkan bagi pelaku KKN. Sampah masyarakat itulah jawabannya.
Bertobatkah mereka, kita tunggu dalam episode berikutnya……Astagfirullah.


Bandung, 6 januari 2002
Arif Hidayat

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Terima Kasih Tas Komentar Anda

 

Artikel Terkait


© Copyright 2008. www.arifhidayat.com. All rightsreserved | www.arifhidayat.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com