Selasa, 29 Juli 2008

Polemik dan Idealis Analisis Multyplier effect PT. NNT

. Selasa, 29 Juli 2008

Reformasi ternyata membuahkan nilai jual yang tinggi untuk mengangkat sebuah persoalan menjadi isue dan wacana yang menghangat.
 Setiap orang merasa berhak mengatakan apa yang ada didalam benak berpikirnya, tanpa melihat efek samping dari apa yang diucapkan. Inilah proses pencarian menuju tangga demokrasi. Kematangan berpikir belum saatnya dipetik saat ini, namun akumulasi waktu akan mewujudkan kematangan itu dalam proporsional dan profesional.
Newmont dengan latar belakang Multinasional Company, senantiasa akan menjadi fokus dalam pembentukan berita hangat. Apapun yang dilakukan dan akan dilakukan oleh PT. Newmont akan mendapat tanggapan balik yang variatif dari berbagai komponen Masyarakat. Disinilah tercampur berbagai macam kepentingan antara idealisme dan Opportunies akan senantiasa beriringan miskipun disela dalam celah abu-abu.
Medio Januari 2001, Newmont senantiasa dirundung berita yang kurang menyenangkan dari kacamata PT. Newmont. Dari persoalan Teluk Buyat di Sulawesi sampai dengan kebocoran pipa Tailing di Benete ditambah lagi dengan peledakan kantor PT. NNT di Mataram NTB. Kasus kebocoran pipa tailing PT. NNT di Batu Hijau – Sumbawa menarik untuk dikaji. Lembaga Olah Hidup ( LOH ) sebagai lembaga indipendent yang agresif mempublikasikan kebocoran tersebut patut mendapat penghargaan akan kepeduliannya terhadap lingkungan Hidup. Meskipun dalam benak saya timbul pertanyaan mendasar apakah sikap dari LOH tersebut mengambarkan Vonis kebenaran atau sebatas Half True Issue. Gambaran ini semakin mengkrucut disaat referensi berita dari berbagai sumber begitu variatif. Mulai dari Project Underground, minergynews, Walhi, Mineral Policy Institute, Jatam, dan media lokal seperti SE dan Gaung. Dalam perfektif keterbukaan media lokal seperti gaung dan SE begitu rutin mempublikasikan polemik kebocoran pipa tailing PT. NNT. Namun begitu sulit mencari berita dikala media cetak Nasional dijadikan refensi kebenaran dari polemik di PT. NNT tersebut. Kacamata Publik Relation melihat kemampuan LOH membentuk opini merupakan terobosan baik dalam kemampuan publisitas. Namun masih terdapat keraguan akan kebenaran berita yang disampaikannya. Pandangan proporsional akan mengetengahkan berbagai sumber rujukan sebelum sebuah statement diluncurkan. Ini adalah keharusan dalam dunia akademis dan praktisi mengingat tanggung jawab moral terhadap statement tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannnya. Bukan hanya menjual isue belaka tanpa dasar dan pengalaman tehnis yang memungkinkan pengakuan sebuah statement. Dilain pihak PT. NNT harus transparan mengungkap kejadian yang ada, dan berani bertanggung jawab akan statement sebelumnya. Kasus kebocoran pipa Tailing PT. NNT sebenarnya masih mengambarkan ketelodoran PT. NNT dalam menerapkan Mutu Manajemen Internasional. PT. NNT tidak bisa berbangga dengan penerapan tekhnologi yang mutakhir tanpa serius mengantisipasi kejadian yang tak terduga seperti kebocoran tersebut. Masih hangat dalam ingatan kita kejadian Pencemaran Teluk Buyat di Sulawesi akibat PT. Newmont Minahasa Raya merupakan presedent buruk bagi PT. Newmont secara keseluruhan. Negatif thingking akan mengarahkan ke Vonis ketidak seriusan Newmont dalam lingkungan hidup kalau hal tersebut akan tetap terulang di batu Hijau Sumbawa. Disinilah peran transparansi PT. NNT dibutuhkan. Kejadian kebocoran pipa tailing di Batu Hijau sebenarnya sudah menunjukkan transparansi manajement PT. NNT. Sehari setelah kebocoran tersebut PT. NNT mengeluarkan Press Release tentang kebocoran tersebut. Disinilah terlihat sepercik tanggung jawab PT. NNT akan multiplier effect dari kebocoran tersebut. Dilain pihak investigasi LOH masih harus dipertanyakan, mengingat analisis tehknis terhadap Tailing dan lingkungan tempat kebocoran harus menggunakan metode dan waktu yang tidak begitu sederhana. Pembuktian akan effect samping dari tailing yang keluar haruslah dilakukan secara objectif. Disinilah diperlukan tenaga ahli yang mengerti secara tehnis dan teoritis tentang Tailing tersebut. Pembuktian yang dilakukan dengan hanya melihat sample secara kasat mata tanpa dilakukan analisis yang kompoherensif dilaborotorium niscaya akan mengambarkan half true isue. Peran LOH sangat dibutuhkan dalam pemikiran yang proporsional dan profersional, jika LOH melakukan analisis bersama tentang effect samping dari kebocoran tersebut. LOH harus melibatkan beberapa komponen seperti PT. NNT dan Pemerintah Daerah serta NGO lainnya untuk menguji Tailing tersebut di Laboratorium Indipendent. Disinilah peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan sebagai katalis yang bisa meberikan informasi yang berimbang tentang polemik yang ada. Dalam kekuatiran saya, andaikata kondisi ini tetap berlanjut dengan kemampuan kita beretorika dalam polemik niscaya masyarakat akan bingung. Hasilnya mereka akan terprovokasi bisa-bisa konflik Horisontal dan Vertikal akan berlangsung. Yang kita butuhkan bukanlah memfonis bersalah komponen lain secara permanen namun haruslah mencari jalan keluar akan polemeik yang ada. Penulis percaya PT. NNT membutuhkan Solusi dan pemikiran untuk mengantisipasi kejadian serupa. Adalah hak untuk mengatakan kebenaran, kalau peristiwa kebocoran Pipa Tailing tersebut justru bersumber kebohongan dari PT. NNT, LOH dan komponen lainnya berhak menuntut PT. NNT secara hukum. Begitupula NGO yang idealis dengan komitmentnya harus bisa menerima penjelasan dari Object yang dijadikan polemik, disinilah sharing informasi dibutuhkan untuk melahirkan fakta yang sebenarnya.



Bandung, 31 Januari 2001

Arif Hidayat



0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Terima Kasih Tas Komentar Anda

 

Artikel Terkait


© Copyright 2008. www.arifhidayat.com. All rightsreserved | www.arifhidayat.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com