Rekaman kontradiktif dari proses pemilihan bupati Sumbawa adalah bukti nyata bahwa gejolak politik di Sumbawa belum berakhir.
Upaya untuk mengkondisikan Sumbawa dalam suasana yang kondusif menjadi tarik ulur tanpa penyelesaikan akhir dari rekaman kontradiktif tersebut. Memang, pikiran wajar dari proses pemilihan Bupati Sumbawa akan tetap memvonis bahwa hasil tersebut adalah Illegal. Proses Illegalitas tersebut dimungkinkan oleh keputusan DPRD Sumbawa yang bertentangan dengan keputusa n Menteri Dalam Negeri yang sudah tentu lebih tinggi daripada Keputusan Pimpinan DPRD Sumbawa.Kenyataan yang telah terjadi setidaknya mengambarkan kepada kita bahwa Demokrasi belum siap untuk diaplikasikan di Sumbawa, khususnya dalam Dewan Sumbawa. Namun tranformasi lingkungan setidaknya akan membuka wacana baru bagi dewan Sumbawa untuk mau mengakui kesalahannya selama ini. Manusia tidaklah identik dengan harga mati, setidaknya kata maaf masih bisa diterima oleh rakyat Sumbawa akan kesalahan yang dilakukan Oleh Oknum Dewan Sumbawa. Konsekwensi logis dari permintaan maaf Dewan Sumbawa bukan hanya sebatas retorika belaka, namun harus di barengi dengan tindak lanjut nyata akan perubahan yang kondusif. Kita sudah mengetahui bahwa proses dan hasil pemilihan bupati Sumbawa merupakan awal dan inti dari polemik tersebut. Jalan tengah dari langkah kongret permintaan maaf oknum dewan Sumbawa yaitu dengan segera mempersiapkan Pemilihan Ulang Bupati Sumbawa.
Wacana untuk mengadakan pemilihan Ulang setidaknya akan membawa Sumbawa dalam Down Conflik. Apa yang diharapkan dari proses pemilihan Bupati adalah kejujuran sesuai dengan koridor undang-undang yang berlaku. Saat ini bukanlah saat untuk memanipulasi dan membohongi rakyat akan peraturan dan hukum yang ada. Rakyat mulai sadar akan kebenaran dari hukum tersebut miskipun masih lemah untuk memperjuangkan proses akhir dari hukum yang ada.
Apa yang didapatkan seandainya pemihan ulang dilakukan di Sumbawa setidaknya dalam jangka pendek akan mengurangi konfik yang berlangsung. Dewan Sumbawa akan bisa bersidang dengan aman untuk menghasilkan keputusan bagi rakyat Sumbawa. Pembangkangan internal dilingkungan Pemda setidaknya berkurang, dan sudah tentu sikap oposan dari beberapa LSM akan menjadi produktif membangun Sumbawa.
Kenyataan pahit justru akan tetap berlangsung seandainya pemilihan ulang tidak dilaksanakan. Dewan Sumbawa akan tetap di grogoti oleh Demonstran, pembangkangan sipil akan tetap berlangsung seiring dengan penolakan sdr. Latief Majid. Dan sudah tentu Sumbawa akan termasuk dalam kelompok “Warning”. Yang suatu saat akan membahayakan stabilitas lokal, regional ataupun nasional. Imbas pastinya akan dirasakan oleh rakyat kebanyakan. Bukan oleh pejabat-pejabat lokal yang selama ini menikmati kekayaan Sumbawa.
Seiring dengan wacana pemilihan ulang Bupati Sumbawa, keuntungan positif setidaknya masih dirasakan oleh sdr. Latief Majid saat ini. Beliau masih bisa maju sebagai Calon Bupati Sumbawa, setidaknya harga diri sebagai tau samawa masih bisa dihormati oleh etnis Sumbawa. Bukankah kalau beliu dijatuhkan dengan Demontrasi besar-besaran akan meruntuhkan kredibilitas pribadi dan lingkarannya. Kita mungkin akan menghargai sdr. Latief Majid yang masih mempunyai nurani untuk melihat Sumbawa tumbuh nilai Demokrasinya. Dan ini harus dibuktikan dengan kesadaran sdr. Latief Majid untuk mengikuti Pemilihan Ulang Bupati Sumbawa.
Harapan akan kesadaran Sdr. Latif Majid tidak akan berarti sama sekali andaikata Dewan Sumbawa tidak berinisiatif mengadakan pemilihan Ulang. Apa yang terjadi selama ini terhadap Dewan Sumbawa dengan banyaknya hujatan dan cemohan merupakan bukti pola yang telah dihasilkan selama ini adalah salah. Gambaran inilah yang dapat dijadikan cermin untuk mengoreksi diri akan indepedensi Dewan Sumbawa. Kita percaya rakyat Sumbawa sudah jenuh dengan kondisi saat ini di Sumbawa, begitu juga dewan Sumbawa sangat Delematis untuk menghasilkan suatu keputusan yang berarti bagi Sumbawa. Sudah tentu kebijakan yang dihasilkan oleh Pemda Sumbawa juga akan delematis karena faktor legalitasnya.
Rekonsiliasi akan keberpihakan dewan kepada rakyat setidaknya harus dimulai dari sekarang, bukanya menerapkan strategi konfrontatif dengan kelompok reformis. Karena sikap tersebut tidak akan menyelesaikan polemik yang ada. Rekonsiliasi tersebut setidaknya dibuktikan dengan mempersiapkan agenda pemilihan ulang Bupati Sumbawa. Kita sambut niat baik anggota dewan Sumbawa yang berniat mengadakan impeachment akan kelegalan bupati terpilih sebelumnya. Asalkan pola yang dilakukan oleh Angora dewan Sumbawa masih dalam koridor undang-undang dan kejujuran. Kalau niat baik anggota dewan Sumbawa untuk mengadakan Impeachment hanya sebagai move politik, niscaya Sumbawa akan makin membara.
Apa yang kita lakukan selama ini hanya memunculkan berapa banyak kadar yang telah dilakukan oleh Dewan Sumbawa. Tanpa melihat faktor lain yang bisa dijadikan alternatif penyelesaikan polemik yang ada. Penulis masi8h percaya setidaknya masih ada setitik pencerahan dalam nurani anggota dewan Sumbawa dalam melihat aspirasi yang berkembang di Sumbawa. Pemilihan Ulang bukan hanya sebagai wacana belaka, namun harus dikongkrit dengan segera mempersiapkan perangkat hukum dan tata tertib Pemilihan Ulang Bupati Sumbawa. Konsekwensi logis andaikata pemilihan ulang Bupati Sumbawa dilaksanakan maka sdr. Latief Majid dinonakatifkan untuk sementara. Keberatan dari kubu latief Majid setidaknya ada. Mereka bisa melakukan pembelaan dengan mengajukan tuntutan hukum kepada Dewan Sumbawa. Disinilah akan terlihat kebenaran akan memihak kepada wakil rakyat atau kepada pihak eksekutif.
Harapan justru kebenaran tersebut akan memihak kepada wakil rakyat. Kenyataan inilah akan merupakan bukti kan indipendensi DPRD Sumbawa dan titik cerah akan identitas diri mulai tampak.
Kita tunggu niat baik dari Dewan Sumbawa.
Bandung, 9 Agustus 2000
Arif Hidayat
Wacana untuk mengadakan pemilihan Ulang setidaknya akan membawa Sumbawa dalam Down Conflik. Apa yang diharapkan dari proses pemilihan Bupati adalah kejujuran sesuai dengan koridor undang-undang yang berlaku. Saat ini bukanlah saat untuk memanipulasi dan membohongi rakyat akan peraturan dan hukum yang ada. Rakyat mulai sadar akan kebenaran dari hukum tersebut miskipun masih lemah untuk memperjuangkan proses akhir dari hukum yang ada.
Apa yang didapatkan seandainya pemihan ulang dilakukan di Sumbawa setidaknya dalam jangka pendek akan mengurangi konfik yang berlangsung. Dewan Sumbawa akan bisa bersidang dengan aman untuk menghasilkan keputusan bagi rakyat Sumbawa. Pembangkangan internal dilingkungan Pemda setidaknya berkurang, dan sudah tentu sikap oposan dari beberapa LSM akan menjadi produktif membangun Sumbawa.
Kenyataan pahit justru akan tetap berlangsung seandainya pemilihan ulang tidak dilaksanakan. Dewan Sumbawa akan tetap di grogoti oleh Demonstran, pembangkangan sipil akan tetap berlangsung seiring dengan penolakan sdr. Latief Majid. Dan sudah tentu Sumbawa akan termasuk dalam kelompok “Warning”. Yang suatu saat akan membahayakan stabilitas lokal, regional ataupun nasional. Imbas pastinya akan dirasakan oleh rakyat kebanyakan. Bukan oleh pejabat-pejabat lokal yang selama ini menikmati kekayaan Sumbawa.
Seiring dengan wacana pemilihan ulang Bupati Sumbawa, keuntungan positif setidaknya masih dirasakan oleh sdr. Latief Majid saat ini. Beliau masih bisa maju sebagai Calon Bupati Sumbawa, setidaknya harga diri sebagai tau samawa masih bisa dihormati oleh etnis Sumbawa. Bukankah kalau beliu dijatuhkan dengan Demontrasi besar-besaran akan meruntuhkan kredibilitas pribadi dan lingkarannya. Kita mungkin akan menghargai sdr. Latief Majid yang masih mempunyai nurani untuk melihat Sumbawa tumbuh nilai Demokrasinya. Dan ini harus dibuktikan dengan kesadaran sdr. Latief Majid untuk mengikuti Pemilihan Ulang Bupati Sumbawa.
Harapan akan kesadaran Sdr. Latif Majid tidak akan berarti sama sekali andaikata Dewan Sumbawa tidak berinisiatif mengadakan pemilihan Ulang. Apa yang terjadi selama ini terhadap Dewan Sumbawa dengan banyaknya hujatan dan cemohan merupakan bukti pola yang telah dihasilkan selama ini adalah salah. Gambaran inilah yang dapat dijadikan cermin untuk mengoreksi diri akan indepedensi Dewan Sumbawa. Kita percaya rakyat Sumbawa sudah jenuh dengan kondisi saat ini di Sumbawa, begitu juga dewan Sumbawa sangat Delematis untuk menghasilkan suatu keputusan yang berarti bagi Sumbawa. Sudah tentu kebijakan yang dihasilkan oleh Pemda Sumbawa juga akan delematis karena faktor legalitasnya.
Rekonsiliasi akan keberpihakan dewan kepada rakyat setidaknya harus dimulai dari sekarang, bukanya menerapkan strategi konfrontatif dengan kelompok reformis. Karena sikap tersebut tidak akan menyelesaikan polemik yang ada. Rekonsiliasi tersebut setidaknya dibuktikan dengan mempersiapkan agenda pemilihan ulang Bupati Sumbawa. Kita sambut niat baik anggota dewan Sumbawa yang berniat mengadakan impeachment akan kelegalan bupati terpilih sebelumnya. Asalkan pola yang dilakukan oleh Angora dewan Sumbawa masih dalam koridor undang-undang dan kejujuran. Kalau niat baik anggota dewan Sumbawa untuk mengadakan Impeachment hanya sebagai move politik, niscaya Sumbawa akan makin membara.
Apa yang kita lakukan selama ini hanya memunculkan berapa banyak kadar yang telah dilakukan oleh Dewan Sumbawa. Tanpa melihat faktor lain yang bisa dijadikan alternatif penyelesaikan polemik yang ada. Penulis masi8h percaya setidaknya masih ada setitik pencerahan dalam nurani anggota dewan Sumbawa dalam melihat aspirasi yang berkembang di Sumbawa. Pemilihan Ulang bukan hanya sebagai wacana belaka, namun harus dikongkrit dengan segera mempersiapkan perangkat hukum dan tata tertib Pemilihan Ulang Bupati Sumbawa. Konsekwensi logis andaikata pemilihan ulang Bupati Sumbawa dilaksanakan maka sdr. Latief Majid dinonakatifkan untuk sementara. Keberatan dari kubu latief Majid setidaknya ada. Mereka bisa melakukan pembelaan dengan mengajukan tuntutan hukum kepada Dewan Sumbawa. Disinilah akan terlihat kebenaran akan memihak kepada wakil rakyat atau kepada pihak eksekutif.
Harapan justru kebenaran tersebut akan memihak kepada wakil rakyat. Kenyataan inilah akan merupakan bukti kan indipendensi DPRD Sumbawa dan titik cerah akan identitas diri mulai tampak.
Kita tunggu niat baik dari Dewan Sumbawa.
Bandung, 9 Agustus 2000
Arif Hidayat
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Tas Komentar Anda