Rabu, 30 Juli 2008

E-Goverment

. Rabu, 30 Juli 2008

Lambat laun metode manual dengan sendiri akan terkubur termakan usia.
Effektifitas dalam perubahan global bukan lagi terlingkup dalam hitungan hari dengan kemampaun kerja 8 jam perhari dalam seminggu. Perubahan ini akan terus mengalami percepatan dengan evolusi mutakhir dan sampai saat ini batas akses informasi mencapai skor 24 jam sehari. Kenyataan ini memungkinkan oleh kemajuan tekhnolgi yang begitu cepat mengalami perubahan.


Pemerintah dengan konsep tradisional akan kalah bersaing dengan dunia swasta yang cendrung inovatif dan jeli menangkap segala peluang terbentang. Perecepatan waktu inilah yang menjadi kunci kemajuan dimasa depan bagi siapapun.

E – Government merupakan serangkaian kemajuan yang sejokyanya dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memangkas jalur birokrasi sehingga menelorkan efektifitas dan efesiensi.

Sudah beberapa daerah di Indonesia yang sudah memanfaatkan e-government sebagai basis pelayan bagi masyarakat. Informasi tanpa batas ruang dan waktu merupakan kelebihan tersendiri bagi daerah yang mulai mengaplikasikan penggunaan e-Government ini.

E-Government yang memanfaatkan akses internet sebagai basis informasi merupakan sarana ampuh dalam mensosialisasikan program pemerintah daerah kepada dunia luar. Batas informasi yang ditampilkan bukan hanya akan diakses oleh bangsa Indonesia, dunia luarpun dengan mudah mendapatkan informasi tentang suatu Daerah.

Kutai Barat yang baru menjadi kabupaten tersendiri dengan ibu kotanya sanggata mulai menerapkan konsep E-Government sebagai basis informasi dan komunikasi dalam pemerintahannya. Visi kedepan yang mengedepankan perubahan ini merupakan langkah strategis dalam menentukan kebijakan pemerintah setempat.

Dewasa ini pemanfaatan Internet sebagai basis komunikasi bukan hanya dimanfaatkan oleh negara maju, negara berkembang seperti halnya Indonesia mulai memasuki tahap pemanfaatan tekhnologi Informasi Ini. Singapura dengan kemajuannya sudah lama memanfaatkan Tekhnologi Informasi, sehingga setiap kegiatan yang ada tidak bisa dilepaskan dari kemampuan dunia IT ini.

Titik awal untuk menerapkan E-Government di Pemerintah daerah adalah dengan menerapkan Geografical Information Sytem ( GIS ). Pemetaaan potensi setiap wilayah dengan memanfaatkan jaringan penghubung antar satu titik merupakan basis jaringan yang akan diterapkan dalam Kabupaten tersebut. Setiap kecamatan bisa memanfatkan kamajuan tekhnogi secara intern dengan menggunakan sytem Intranet. Sebagai center komunikasinya sudah tentu akan berada di Ibukota Kabupaten. Kondisi geografis suatu daerah yang tersebar dan saling berjauhan merupakan kendala bagi komunikasi tradisional saat ini. Dengan memanfaatkan system E-Government maka kendala ini akan teratasi.

Hampir semua daerah di Indoensia sudah bisa mengakses internet, akses nasional yang disediakan oleh Telkom dengan telkom Instannya merupakan kemudahan bagi daerah terpencil namun sudah tejangkau jaringan telpon.

Untuk mengaplikasikan konsep E-Government sudah tentu dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang mengerti dunia Information Tekhnologi. Sudah tentu aparat pemerintah daerah yang terlebih dahulu harus bisa mengaplikasikan penggunaan IT ini.

Adappun keuntungan yang bisa didapatkan dari penerapan E-Government ini adalah

1. Efektivitas waktu dalam berkomunikasi

2. Sosialisasi program Pemda dan potensi daerah akan lebih global

3. Efesiensi financial karena dengan Investasi yang relatif kecil namun aksesnya sungguh luar biasa

4. Memangkas jalur birokrasi yang selama ini melekat ditubuh pemerintahan.

5. Sebagai upaya untuk mengurangi penyalahgunaan wewenang oleh aparat tertentu. Yang pada akhirnya menciptakan Clean Government

6. Langkah awal untuk mengimbangi kemajuan global yang begitu cepat.

7. Sebagai upaya untuk mendorong masyarakat agar memanfatkan Information Tekhnologi



Adapun kendala yang akan dihadapi oleh pemerintah daerah adalah

1. Kemampuan Sumber Daya Manusianya yang belum mengenal dunia IT

2. Keenganan menerapkan keterbukaan, karena masih kentalnya KKN ditubuh birokrat setempat

3. Masih minimnya peralatan pendukung berupa komputer dan komponen lainnya didalam kantor pemerintahan daerah

4. Manajemen tradisional yang masih diterapkan sehingga masih terkooptasi dengan pola pikir tersebut.

5. Tidak adanya alokasi dana yang dianggarkan untuk menerapkan sytem tersebut.



Adalaha kewajaran disaat sytem ini ditawarkan kepada Pemerintah daerah, dengan ragu-ragu mereka menolaknya. Hal ini dikarenakan oleh kurangnya informasi yang diberikan tentang benefit dan profit yang akan didapatkan dari penerapan E-Government ini. Sejauh ini visi dan misi yang dikedapankan oleh pemerintah daerah masih terbaca sebatas sosialisasi lokal semata. Padahal dengan penerapan Otonomi ini pemerintah daerah dituntut kreatif memanfaatkan potensi daerahnya untuk menghidupi dirinya sendiri. Pola – pola tradisional dalam mensosialisasikan program yang ada masih berlangsung sampai saat ini. Padahal itu tidak terlalu aktif untuk diterapkan dimasa depan.

Kemajuan dan pola pikir yang jauh kedepan setidaknya mulai tergambarkan pada beberapa daerah di Indonesia, salah satu Daerah di Sulawesi sudah lama menerapkan E-Government sebagai basis kebijakan pemerintahnya. Ini cukup memudahkan bagi pencari informasi tentang daerah tersebut. Dari pulau Jawa ini dengan mudah kita mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Sumbawa masih menjadi tanda tanya, hanya situs http://sumbawa.tripod.com yang dikelolah oleh The Research Network Strategic For Sumbawa di Bandung menyediakan sebagian informasi tentang Sumbawa. Situs yang sudah online selama dua tahun ini cukup menjadi referensi bagi pencari informasi tentang Sumbawa. Ini belum cukup untuk mensosialisasikan Sumbawa kepada dunia luar, karena data yang ada merupakan pencarian single fighter dari pengelolah swasta ini. Dukungan pemerintah daerah belum memberikan respon positif tentang upaya mengangkat Sumbawa dari konsep tradisional ke konsep modern. Padahal daerah yang tadinya hanya sebagai kecamatan dan sekarang baru berdiri sebagai kabupaten sudah memanfaatkan IT sebagai basis komunikasi ini. Dengan adanya generasi muda Sumbawa yang mulai mengenal IT ini setidaknya memberikan angin segar bagi kita untuk mulai membiasakan diri dalam dunia IT. Sudah tentu para aparat pemerintah daerah yang kebetulan ditugaskan belajar dipulau Jawa akan bisa memanfaatkan Tekhnologi ini dilingkungan mereka. Perubahan ini sudah tentu memerlukan waktu namun, waktu tersebut bisa dipercepat dengan niat yang kuat untuk menciptakan perubahan. Mengapa tidak program E-Government di Sumbawa di tangani langsung oleh Putera daerah Sumbawa, mereka banyak tersebar di Pulau Jawa yang sudah menguasai IT ini.

Tinggal kita mencobanya, bagaimana Pemda Sumbawa ? Sudah siap atau malah ragu-ragu



Bandung, August 28, 2001

Arif Hidayat



0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Terima Kasih Tas Komentar Anda

 

Artikel Terkait


© Copyright 2008. www.arifhidayat.com. All rightsreserved | www.arifhidayat.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com