Pendidikan Investasi Masa Depan
"Tuntutlah ilmu sampai negeri Cina". Bukan hanya ucapan legendaris dari seorang Nabi Muhammad SAW, namun mengandung makna mendalam untuk dijadikan filosofi dalam mempersiapkan kematangan investasi bagi masa depan suatu bangsa.
Tak bisa dipungkiri investasi dalam sumber daya manusia merupakan faktor kunci untuk menampilkan jati diri dalam persaingan global. Singapore dan Jepang merupakan contoh negara yang berhasil memanfaatkan SDMnya untuk bisa menjadikan negara tersebut leaders dalam berbagai bidang.
Memang investasi pendidikan tidak akan terlihat sedini mungkin hasil yang terlihat. Tahapan dan proses waktu dengan rentang yang cukup panjang merupakan jawaban yang pasti, namun hasil yang didapatkan dalam jangka panjang jauh lebih dahsyat di Bandingkan investasi lainnya.
Kegagalan kita dalam membangun dalam lima puluh tahun terakhir ini, terletak dlaam lemahnya mempersiapkan SDM nya. Kita hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, yang memang terlihat membanggakan, namun dalam hitungan bulan investasi tersebut ambruk. Titik baliknya justru kita mengalami kemunduran, sungguh tragedis bangsa ini.
Menatap Masa Depan
Minggu ini merupakan kencah pertarungan siswa SLTA mengarungi debutnya mengakihiri masa pendidikan menengahnya. Ebtanas merupakan final yang ditunggu selama tiga tahun masa tempuh normal di negara kita. Bagaimana mempersiapkan mereka mengarungi pendidikan tinggi adalah keharusan yang seyokjanya kita Support untuk bisa menjadikan anak bangsa menjadi manusia yang cerdas, beriman dan bertaqwa.
Sumbawa tak kekurangan SDM nya. Justru yang menjadi kendala adalah kurangya perhatian kita untuk mempersiapkan SDM tersebut untuk menyongsong masa depan yang kompotititf tersebut. Kelemahan tersebut terletak pada
1. Kurangnya perhatian pemerintah Sumbawa untuk mengalokasikan APBD dalam investasi pendidikan
2. Minimnya infrastruktur pembantu untuk mendukung kegiatan siswa seperti, buku-buku, laboratorium dll.
3. Masih kurangnya pemgembangan wawasan staf pengajar
4. Kurangnya perhatian LSM atau NGO's di Sumbawa untuk memfokuskan secara mikro dalam pengembangan investasi pendidikan ; seperti upaya menghimpun donatour untuk dana beasiswa
5. Minimnya lembaga pendidikan informal ; seperti Bimbingan Belajar dan kursus singkat.
6. Kurangnya kerjasama instansi pemerintah dan Swasta terkait di Sumbawa untuk bisa menjalin kerjasama dengan instasi pemerintah/swasta di luar Sumbawa : seperti dengan perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi tau samawa di rantau atau lembaga tehnis lainnya.
Titik balik dari investasi Pendidikan dan kaderisasi SDM Sumbawa setidaknya sudah ada politicalwil dari Pemda Sumbawa, namun konstribusi terbesar justru dititik beratkan pada pengembangan SDM pemda Sumbawa secara intern. Contoh kongkret yang telah dilakukan tiga tahun terakhir yaitu, pengiriman tugas belajar para pegawai pemda dan Istansi dari Sumbawa ke Pulau Jawa.
Kembali pada niat awal untuk mengembangkan SDM Sumbawa yang sedang menuntut ilmu dalam tataran pendidikan menengah, sangatlah penting mengingat ambang batas kompetisi global yang memerlukan manusia yang adaptif terhadap perkembangan baru sangat dibutuhkan.
Perlu perencanaan yang matang untuk mempersiapkan SDM Sumbawa untuk bisa berbicara ditanah kelahirannya.
Tak bisa di pungkiri keberadaan pertambangan Batu Hijau merupakan cambuk bagi kita betapa minimnya SDM yang Profesional untuk bisa dikonstribusikan dalam mining area tersebut. Mingkin hal ini akan juga terulang dalam bidang lainnya. Kebingunan orang tua siswa adalah gambaran wajar bila keraguan untuk memilih jurusan yang prosfek bagi anaknya adalah tanda tanya. Hal ini timbul dikarenakan kurangnya informasi bagi orang tua tersebut mengenai pendidikan tinggi diluar Sumbawa.
Bandung sebagai investasi Pendidikan
Letak ditataran Sunda, dengan iklim yang sejuk adalah gambaran sekilas tentang keberadaan "Paris Van Java". Pemda Sumbawa setidaknya tidak asing lagi dengan Pendidikan di Kota Bandung. Ini dikarenakan Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ( STPDN) dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - Lembaga Adminstrasi Negara ( STIA-LAN) terletak di Bandung. Bagaimana keberadaan institusi pendidikan diluar struktur pemerintahan juga memperlihat kemajuan yang sangat berarti bagi bangsa ini. Kita tidak asing lagi dengan pendidikan tinggi Negeri seperti Institute Tekhnologi Bandung ( ITB ), Universitas Padjajaran ( Unpad ), Universitas Pendidiikan Indonesia ( UPI ) dulu IKIP, IAIN Sunan Kalijaga, National Hotel Indonesia ( NHI), Polethnik ITB, Politeknik Mekanik Swiss, Diklat PT. POS Indonesia.
Sedangkan pendidikan tinggi swasta seperti : Unpar, Unisba, Uninus, Maranatha, Unwim, Unjani, STT Telkom dan Masih banyak lagi. Lembaga pendidikan pendukung seperti Bimbel merupakan ladang yang subur bagi siswa yang berkeinginan menambah dan mendalami materi pelajaraannya.
Selama ini terdapat kelemahan untuk bisa mengkomunikasi dan bekerjasama dengan pihak terkait di Sumbawa, dalam investasi pendidikan. Ini dikarenakan Bandung sama sekali belum mempunyai asrama pelajar dan mahasiswa yang bisa dijadikan centre informasi. Selama ini jalur yang ditempuh oleh orang tua siswa hanya mengandalkan orang yang dikenal di Bandung untuk bisa memberikan informasi bagi orang tua bersangkutan.
Landasan pacu Bandung sebagai investasi pendidikan adalah refleksi dari keberhasilan alumninya untuk membuktikan kualitasnya baik ditingkat, lokal, nasional, maupun internasional. Dari Bung Karno, BJ. Habibie atapun Birokrat, teknokrat, Politikus, Pengusaha telah menoreh history akan keberadaan mereka sebagai output dari Kota Bandung.
Iklim yang kondusif sebagai kota pendidikan menjadikan magnet bagi putera-putera daerah dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan tak tertinggal juga dari pulau Jawa ini menjadikan Bandung semarak dengan kegiatan kampus. Faktor ekternal diluar kampus dengan kegiatan keagamaan merupakan ciri khas tersendiri yang memberikan nuansa islami dalam pergaulan generasi mudanya.
Biaya Hidup di kota Bandung relatif terjangkau. Justru saat ini masih jauh lebih tinggi biaya hidup di Kab. Sumbawa di Bandingkan di Bandung. Tidak Percaya….? Silakan datang !
Bandung, 24 Mei 2000
Arif Hidayat
Memang investasi pendidikan tidak akan terlihat sedini mungkin hasil yang terlihat. Tahapan dan proses waktu dengan rentang yang cukup panjang merupakan jawaban yang pasti, namun hasil yang didapatkan dalam jangka panjang jauh lebih dahsyat di Bandingkan investasi lainnya.
Kegagalan kita dalam membangun dalam lima puluh tahun terakhir ini, terletak dlaam lemahnya mempersiapkan SDM nya. Kita hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, yang memang terlihat membanggakan, namun dalam hitungan bulan investasi tersebut ambruk. Titik baliknya justru kita mengalami kemunduran, sungguh tragedis bangsa ini.
Menatap Masa Depan
Minggu ini merupakan kencah pertarungan siswa SLTA mengarungi debutnya mengakihiri masa pendidikan menengahnya. Ebtanas merupakan final yang ditunggu selama tiga tahun masa tempuh normal di negara kita. Bagaimana mempersiapkan mereka mengarungi pendidikan tinggi adalah keharusan yang seyokjanya kita Support untuk bisa menjadikan anak bangsa menjadi manusia yang cerdas, beriman dan bertaqwa.
Sumbawa tak kekurangan SDM nya. Justru yang menjadi kendala adalah kurangya perhatian kita untuk mempersiapkan SDM tersebut untuk menyongsong masa depan yang kompotititf tersebut. Kelemahan tersebut terletak pada
1. Kurangnya perhatian pemerintah Sumbawa untuk mengalokasikan APBD dalam investasi pendidikan
2. Minimnya infrastruktur pembantu untuk mendukung kegiatan siswa seperti, buku-buku, laboratorium dll.
3. Masih kurangnya pemgembangan wawasan staf pengajar
4. Kurangnya perhatian LSM atau NGO's di Sumbawa untuk memfokuskan secara mikro dalam pengembangan investasi pendidikan ; seperti upaya menghimpun donatour untuk dana beasiswa
5. Minimnya lembaga pendidikan informal ; seperti Bimbingan Belajar dan kursus singkat.
6. Kurangnya kerjasama instansi pemerintah dan Swasta terkait di Sumbawa untuk bisa menjalin kerjasama dengan instasi pemerintah/swasta di luar Sumbawa : seperti dengan perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi tau samawa di rantau atau lembaga tehnis lainnya.
Titik balik dari investasi Pendidikan dan kaderisasi SDM Sumbawa setidaknya sudah ada politicalwil dari Pemda Sumbawa, namun konstribusi terbesar justru dititik beratkan pada pengembangan SDM pemda Sumbawa secara intern. Contoh kongkret yang telah dilakukan tiga tahun terakhir yaitu, pengiriman tugas belajar para pegawai pemda dan Istansi dari Sumbawa ke Pulau Jawa.
Kembali pada niat awal untuk mengembangkan SDM Sumbawa yang sedang menuntut ilmu dalam tataran pendidikan menengah, sangatlah penting mengingat ambang batas kompetisi global yang memerlukan manusia yang adaptif terhadap perkembangan baru sangat dibutuhkan.
Perlu perencanaan yang matang untuk mempersiapkan SDM Sumbawa untuk bisa berbicara ditanah kelahirannya.
Tak bisa di pungkiri keberadaan pertambangan Batu Hijau merupakan cambuk bagi kita betapa minimnya SDM yang Profesional untuk bisa dikonstribusikan dalam mining area tersebut. Mingkin hal ini akan juga terulang dalam bidang lainnya. Kebingunan orang tua siswa adalah gambaran wajar bila keraguan untuk memilih jurusan yang prosfek bagi anaknya adalah tanda tanya. Hal ini timbul dikarenakan kurangnya informasi bagi orang tua tersebut mengenai pendidikan tinggi diluar Sumbawa.
Bandung sebagai investasi Pendidikan
Letak ditataran Sunda, dengan iklim yang sejuk adalah gambaran sekilas tentang keberadaan "Paris Van Java". Pemda Sumbawa setidaknya tidak asing lagi dengan Pendidikan di Kota Bandung. Ini dikarenakan Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ( STPDN) dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - Lembaga Adminstrasi Negara ( STIA-LAN) terletak di Bandung. Bagaimana keberadaan institusi pendidikan diluar struktur pemerintahan juga memperlihat kemajuan yang sangat berarti bagi bangsa ini. Kita tidak asing lagi dengan pendidikan tinggi Negeri seperti Institute Tekhnologi Bandung ( ITB ), Universitas Padjajaran ( Unpad ), Universitas Pendidiikan Indonesia ( UPI ) dulu IKIP, IAIN Sunan Kalijaga, National Hotel Indonesia ( NHI), Polethnik ITB, Politeknik Mekanik Swiss, Diklat PT. POS Indonesia.
Sedangkan pendidikan tinggi swasta seperti : Unpar, Unisba, Uninus, Maranatha, Unwim, Unjani, STT Telkom dan Masih banyak lagi. Lembaga pendidikan pendukung seperti Bimbel merupakan ladang yang subur bagi siswa yang berkeinginan menambah dan mendalami materi pelajaraannya.
Selama ini terdapat kelemahan untuk bisa mengkomunikasi dan bekerjasama dengan pihak terkait di Sumbawa, dalam investasi pendidikan. Ini dikarenakan Bandung sama sekali belum mempunyai asrama pelajar dan mahasiswa yang bisa dijadikan centre informasi. Selama ini jalur yang ditempuh oleh orang tua siswa hanya mengandalkan orang yang dikenal di Bandung untuk bisa memberikan informasi bagi orang tua bersangkutan.
Landasan pacu Bandung sebagai investasi pendidikan adalah refleksi dari keberhasilan alumninya untuk membuktikan kualitasnya baik ditingkat, lokal, nasional, maupun internasional. Dari Bung Karno, BJ. Habibie atapun Birokrat, teknokrat, Politikus, Pengusaha telah menoreh history akan keberadaan mereka sebagai output dari Kota Bandung.
Iklim yang kondusif sebagai kota pendidikan menjadikan magnet bagi putera-putera daerah dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan tak tertinggal juga dari pulau Jawa ini menjadikan Bandung semarak dengan kegiatan kampus. Faktor ekternal diluar kampus dengan kegiatan keagamaan merupakan ciri khas tersendiri yang memberikan nuansa islami dalam pergaulan generasi mudanya.
Biaya Hidup di kota Bandung relatif terjangkau. Justru saat ini masih jauh lebih tinggi biaya hidup di Kab. Sumbawa di Bandingkan di Bandung. Tidak Percaya….? Silakan datang !
Bandung, 24 Mei 2000
Arif Hidayat
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Tas Komentar Anda